Tujuan Perayaan Natal Agama Kristen

Tujuan Perayaan Natal adalah hari raya umat Kristiani yang merayakan kelahiran Yesus Kristus. Ketika dikatakan Natal, itu berarti kelahiran Yesus pada tanggal 25 Desember.

Natal (Portugis untuk “kelahiran”) adalah hari libur Kristen yang dirayakan setiap tahun oleh orang Kristen pada tanggal 25 Desember untuk merayakan kelahiran Yesus Kristus. Natal dirayakan pada malam tanggal 24 Desember. Dan shift pagi pada tanggal 25 Desember.

Ada juga yang mengklaim bahwa Natal berasal dari tradisi Romawi sebelum masuk Kristen. Saat itu, 25 Desember disebut sebagai monumen Saturnus, dewa pertanian. Monumen itu disebut Saturnalia dan merupakan tradisi sosial Romawi yang penting.

Bagi orang Kristen, Natal adalah hari libur keagamaan dan pada awalnya bukan hari libur umum. Namun, karena kebanyakan orang Amerika adalah orang Kristen, sebagian besar tempat kerja ditutup hari ini dan sebagian besar karyawan, termasuk pegawai pemerintah, mengambil cuti. Pulang kampung atau mudik merupakan kebiasaan yang sangat terhormat.

Selain tradisi agama, Natal telah menjadi tradisi universal karena Natal juga dirayakan oleh non-Kristen. Di Jepang, Cina dan negara-negara lain, misalnya, Natal juga dirayakan sebagai hari sukacita. Karena Natal telah menjadi tradisi global, orang-orang Kristen menanggapinya

Dengan kata lain, bukan hanya tradisional, tetapi kita harus benar-benar menghargai karya penyelamatan Yesus Kristus yang dimulai ketika Ia lahir. Alkitab menjelaskan:

“Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: pada waktu Maria, ibuNya, bertunangan dengan Yusus, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami istri”. (Matius 1 : 18)

Tujuan Perayaan Pesta Natal dan Artinya

Tanggal 25 Desember merupakan hari yang sangat penting bagi umat Kristiani, yaitu Hari Natal. Karena saat Natal, umat Kristiani bisa saling berbagi kasih dan sayang.

Saat Natal, orang Kristen bertukar hadiah dan menghias rumah mereka dengan dedaunan, mistletoe, dan pohon Natal. Terlepas dari iman dan kepercayaan orang Kristen yang percaya bahwa Natal adalah peringatan akan kelahiran Kristus.

Itulah sebabnya Natal dirayakan sesering mungkin. Jauh sebelum Natal, lagu-lagu Natal dan hiasan pohon Natal dipajang di gereja, pusat perbelanjaan, kantor, dan banyak lagi. Ini sangat berguna saat saling memberi selamat di hari ulang tahun kita dan saling memberi hadiah.

Makna utama dari Natal adalah kelahiran Yesus Kristus, 24 bukan karena perayaan atau pesta atau maknanya, tetapi karena peristiwa kelahiran Yesus Kristus adalah semacam kasih Tuhan kepada umat-Nya yang diinginkan umat. Sudah bisa

Dia dibebaskan dari dosa-dosanya dan bisa hidup selamanya.

Natal sebenarnya merupakan peristiwa terpenting dalam rantai pelayanan Tuhan dalam upaya menyelamatkan umat manusia dari kematian kekal akibat dosa. Tuhan adalah pencipta sejarah manusia.

Dia agung dan berkuasa, berinkarnasi dalam Yesus, anak yang harus tunduk pada hukum alam, yaitu, pada umumnya untuk merasa seperti orang-orang di pangkuan Maria. Makna Natal selanjutnya yang dihadirkan pada Natal adalah sosial dan akan dinilai dari berbagai makna yang disebutkan di atas, yaitu cinta Tuhan kepada umat-Nya dan cinta manusia terhadap sesama. Seperti yang dikatakan rasul Paulus:

“Hidup kita tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga menjadi berkat bagi orang lain, apa artinya kebebasan, kebahagiaan, kekayaan, kemakmuran jika itu akhirnya akan melukai rasa keadilan orang”